Book Review: Journey with You

Ceritanya lagi nulis review buku, nih. hehe.. Next time buku-buku lain akan menyusul. ;-)

Awalnya saya ketemuan dengan Yunie Sutanto, blogger yang kemudian menjadi teman. Kita ketemuan, waktu itu janjian di kantor High Desert, untuk ketemu upline kami. Pada kesempatan itu, ngga disangka Yunie memberi saya buku yang ditulis Ibu Febe Frisela, mentor rohaninya.


Journey with You - Kisah penuh rasa, di setiap masa... Book One
Bacaan yang cewek banget.. :)
Buku tersebut terdiri dari 8 bab, yang berisi kisah-kisah kehidupan spiritual penulis, yang membekas dan membentuk dirinya hingga sekarang. Selain berdasarkan kisahnya sendiri, kebanyakan isi dalam buku itu memang berisi hasil perenungannya yang dirangkai dengan ayat alkitab.

Yang menarik bagi saya adalah waktu saya sampai di bab 5, mengenai kisah-kisah yang tidak mengasyikkan menjadi ibu gembala jemaat, alias pembimbing dalam gereja. :D Mungkin ungkapan saya itu terlalu blakblakan ya? Hehehe... Bukan berniat menakut-nakuti siapapun -- yang memiliki impian menjadi pembimbing rohani, atau gembala jemaat. Tanpa harus menjadi gembala jemaat, kondisi apapun bisa koq, dipakai Tuhan buat membentuk kita. Di kantor, di rumah dengan pasangan atau anggota keluarga lain pun sangat bisa.

Yup, 'dibentuk' memang berarti mengalami tempaan alias akan terasa sakit, bahkan mungkin pahit. Namun satu yang jelas, sih.. siapapun kita, ketika harus berhadapan dengan orang lain, atau diri sendiri, saat seperti itu bakalan banyak terjadi pergesekan dan pembentukan, seperti besi menajamkan besi. Dan kalau kita mau, saat itulah justru yang dipergunakan Tuhan untuk membentuk kita.

Masih banyak lagi, sih, isi yang bisa kita ambil. Yang jelas, saya bisa memetik kesimpulan, bahwa hidup ini memang mesti move. Maju ke arah yang makin baik. Ngga harus langsung melirik ke status single to married, atau isi rekening di bank, namun how we enjoy it. Seperti apapun gambaran hidup saat ini, menikmati hidup bersama dengan Tuhan adalah baik. ;-)

Well, silakan membaca!

Comments

  1. ... dan bagian yg asyik adalah 'move' itu speed-nya bervariasi dalam periode2 kehidupan kita. Kalo kecepetan ya kita perlu injak rem, kalo too slow ya gas yg gantian diinjak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haii Ibu Gembala Evylia... Apa kabar?? hehe iyap, setuju! Di situasi seperti itu hikmat Tuhan begitu kita cari.. :)

      Delete
  2. setuju dengan quotenya, hidup memang mesti move ya, tentunya ke arah yang lebih baik :)

    ReplyDelete

Post a Comment


Mau ninggalin jejak tapi ngga punya akun gmail?
Bisa, koq. Pada bagian Comment as silakan pilih Name/URL dan masukkan datamu.

Belum punya URL blog?
Silakan masukan saja URL socmed kamu. Beres.

All comments are in moderation.
Terima-kasih! :)